0 Poin

Awas, Bahaya Santan Mengintai Anda!

Lebaran telah tiba, saatnya umat Muslim bersuka cita merayakan kemenangan setelah satu bulan berpuasa. Layaknya setiap perayaan, hari raya Idul Fitri pun juga identik dengan makanan-makanan khas. Salah satu yang banyak disajikan di hampir setiap rumah ialah opor ayam.

Makanan berkuah santan memang menjadi primadona di perayaan lebaran atau Idul Fitri. Karena sudah satu bulan kita berjuang menahan lapar dan haus, tak jarang begitu lebaran tiba, kita menjadi kalap dan sulit mengontrol nafsu makan. Belum lagi kehadiran banyak masakan yang nikmat dan lezat, membuat mulut enggan berhenti mengunyah.

Sayangnya, ada kabar buruk! Terlalu banyak makan makanan bersantan tak baik bagi kesehatan Anda! Mengapa? Ini karena makanan bersantan sangat tinggi kandungan lemak jenuh, yang jika dikonsumsi secara berlebihan akan menimbulkan sejumlah masalah kesehatan.

Makanan yang mengandung lemak jenuh disebut-sebut menjadi salah satu penyebab penyakit serius, seperti penyakit jantung koroner dan diabetes. Tak hanya itu, jika Anda tak juga mengerem konsumsi santan di hari Lebaran, hal-hal ini bisa terjadi pada tubuh Anda:

Kolesterol darah meningkat

Tahukah Anda bahwa secangkir santan saja sudah mengandung lemak jenuh sekitar 90 persen dari total kebutuhan Anda dalam sehari? Belum lagi kelapa kering yang biasa terdapat dalam bumbu masakan rendang, yang bahkan memiliki lemak jenuh lebih dari 100 persen dari kebutuhan sehari-hari Anda! Jika makanan ini terus dikonsumsi secara berlebihan, maka ini akan meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

Pembuluh darah menyempit

Saat tubuh Anda terus dimasuki oleh asupan makanan tinggi lemak, maka ini akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah Anda. Kolesterol dan lemak yang mengendap lama kelamaan akan membentuk plak, dan saat plak sudah mulai terbentuk, ia akan menekan dinding arteri dan membuatnya menjadi lebih tebal. Saat kondisi ini terjadi, aliran darah ke seluruh tubuh Anda akan berkurang, sehingga sel-sel dalam tubuh akan kekurangan suplai oksigennya. Saat plak sudah benar-benar menyumbat aliran darah Anda, ini dapat menjadi penyebab utama dari penyakit jantung koroner.

Meningkatkan tekanan darah

Konsumsi tinggi makanan bersantan juga erat kaitannya dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi terjadi ketika tekanan darah pada dinding arteri meningkat. Saat dalam kondisi normal, dinding arteri bersifat fleksibel, elastis dan jua kuat. Lapisan dinding yang halus membuat darah mengalir dengan mudah, sehingga suplai oksigen dan nutrisi menuju organ-organ tubuh dapat dengan mudah terpenuhi. Namun jika tekanan darah Anda meningkat akibat mengonsumsi terlalu banyak makanan bersantan, lama-kelamaan ini akan menyebabkan masalah pada kesehatan jantung, otak, dan ginjal.

(Foto: thespruceeats.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok