0 Poin
Air conditioner

Apakah Penggunaan AC Dapat Sebarkan Virus Corona?

Covid-19 menyebar dengan sangat luas akibat penularannya yang cepat. Hingga saat ini, sudah jutaan orang di seluruh dunia yang terinfeksi virus Corona baru atau SARS-CoV-2. Melihat kenyataan yang pahit di depan mata ini, para ilmuwan dan ahli kesehatan terus mempelajari tentang virus baru ini, guna memerangi penyebaran penyakit lebih lanjut.

Banyak penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa virus Corona baru dapat hidup di permukaan seperti karton, plastik, baja, dan tembaga selama berjam-jam. Selain itu, meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklaim bahwa SARS-CoV-2 tidak menyebar lewat udara melainkan lewat percikan liur dari seseorang yang telah terinfeksi sebelumnya, sebuah laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa virus Corona bisa bertahan di udara pada kondisi-kondisi tertentu.

Mendengar adanya laporan ini, semakin muncul banyak pertanyaan. Dapatkah pendingin ruangan atau AC menyebarkan virus Corona baru?

Pertanyaan ini dijawab oleh sebuah studi di Cina yang melihat kemungkinan penularan virus Corona baru dalam sistem pendingin udara di ruang tertutup. Laporan penelitian ini diterbitkan oleh CDC, yang menunjukkan bahwa virus Corona baru, dapat menyerang 10 orang dari tiga keluarga (keluarga A hingga C) yang makan di restoran ber-AC yang sama di Guangzhou, Cina.

Bermula dari keluarga A yang melakukan perjalanan dari Wuhan dan tiba di Guangzhou. Salah seorang dalam anggota keluarga A telah terinfeksi virus Corona baru atau bisa disebut dengan kasus indeks, dan saat itu, keluarga A pergi ke restoran di mana juga ada keluarga B dan C yang duduk dekat dengan meja mereka ketika di restoran. Kemudian di penghujung hari, pasien kasus indeks mulai mengalami timbulnya gejala seperti batuk dan demam.

Setelah beberapa hari, total sembilan anggota dari keluarga A, B, dan C jatuh sakit karena terinfeksi virus Corona baru. Tentunya, satu-satunya sumber dari penularan virus ini adalah pasien kasus indeks dari keluarga A.

Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa restoran itu dilengkapi dengan AC namun tak ada jendela di sekitarnya. Setiap meja juga memiliki jarak yang cukup dekat yakni sekitar satu meter. Sementara, pendingin udara sentral terletak di atas meja di mana keluarga C duduk.

Meskipun pasien dengan kasus indeks tidak menunjukkan gejala pada saat berada di restoran, tetap saja dapat terjadi penularan virus. Studi ini menyimpulkan bahwa penularan virus terjadi akibat menyebarnya percikan liur ketika pasien kasus indeks bersin atau batuk. Selain itu, para peneliti menemukan bahwa aliran udara yang kuat dari AC dapat menyebarkan virus dari percikan liur lebih mudah.

Itu artinya, penggunaan AC pada ruangan yang tertutup di mana minim ditemukan ventilasi udara, dapat dengan mudah menyebarkan virus Corona baru ke orang lain.

(Freepik/gofkein)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok