0 Poin
Seorang wanita mengonsumsi antidepresan.

Apakah Overdosis Antidepresan Itu Berbahaya?

Beberapa orang dengan depresi minum obat antidepresan resep sebagai cara untuk mengelola kondisinya. Untuk mendapatkan manfaat dari antidepresan dan tetap sehat saat menggunakannya, mengambil dosis yang direkomendasikan dokter adalah hal yang penting.

Jika seseorang mengonsumsi terlalu banyak antidepresan, mereka dapat mengalami overdosis. Beberapa gejala overdosis antidepresan dapat berupa mual, muntah, dan penglihatan kabur.

Overdosis dengan resep obat antidepresan dimungkinkan jika seseorang minum terlalu banyak pil. Seseorang akan overdosis apabila mereka mencampur antidepresan dengan alkohol atau resep lainnya.

Seorang dokter dapat meresepkan seseorang antidepresan jika mereka mengalami:

  • Depresi

  • Gangguan mood lain, seperti gangguan bipolar atau kecemasan

  • Sakit kronis

Antidepresan dapat membantu seseorang dengan kondisi ini mengelola gejalanya.

Seseorang yang memiliki depresi, sakit kronis , atau gangguan mood akan merespon secara berbeda terhadap masing-masing jenis antidepresan ini. Seseorang mungkin perlu waktu untuk menemukan antidepresan yang bekerja untuk mereka.

Jika antidepresan tertentu tidak memiliki efek yang diinginkan, seseorang harus berbicara dengan dokter mereka. Dianjurkan untuk mengambil dosis yang lebih besar dari yang diresepkan dokter.

Gejala

Gejala ringan dari overdosis antidepresan meliputi:

  • Mual

  • Muntah

  • Pupil terdilatasikan

  • Penglihatan kabur

  • Demam

  • Kebingungan

  • Sakit kepala

  • Kantuk

  • Tekanan darah tinggi 

  • Tremor, atau goyangan pada anggota badan

Gejala parah overdosis antidepresan meliputi:

  • Detak jantung yang cepat

  • Gemetar

  • Kejang

  • Halusinasi

  • Tekanan darah rendah

  • Kesulitan bernafas

  • Gagal jantung

  • Koma

Perawatan darurat

Jika seseorang telah overdosis dengan antidepresan, mereka memerlukan perawatan darurat. Perawatan yang dapat diberikan dokter meliputi:

  • Arang aktif untuk menyerap obat

  • Pompa perut untuk menghilangkan obat

  • Benzodiazepin untuk mengurangi agitasi

Jika seseorang memiliki gejala sindrom serotonin, dokter dapat memberi mereka obat pemblokir serotonin. Mereka juga dapat menerima cairan intravena untuk mengatasi dehidrasi dan mengatur tekanan darah.

(Foto: medicalnewstoday.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok