0 Poin
Seorang wanita menggunakan masker

Apakah Monkeypox Akan Bernasib Sama Dengan COVID-19?

Sekitar lebih dari 2 tahun, COVID-19 telah mendominasi populasi manusia saat ini dan mungkinkah ada jenis virus lainnya yang akan menjadi “the next COVID"?

Akhir-akhir ini, telah banyak berita melaporkan peningkatan kasus akibat infeksi virus cacar monyet. Jenis virus ini mulai melanda di Afrika tengah dan barat. 

Monkeypox juga termasuk penyakit zoonosis dimana mereka dapat menular dari hewan ke manusia dan begitu juga kembali menular antara sesama manusia. 

Penularan mereka terjadi melalui cairan tubuh dan kontak dekat dengan hewan atau manusia lainnya yang sudah tertular. 

Dengan cara penularan virus monkeypox mungkin mirip dengan COVID-19 namun dapatkah virus ini seburuk COVID-19?

Penyebab COVID-19 dan Monkeypox

Forbes melansir bahwa kedua virus ini adalah kedua virus yang berbeda serta berperilaku secara berbeda dalam populasi manusia. COVID disebabkan oleh SARS-CoV-2, virus jenis dari coronavirus sedangkan monkeypox disebabkan oleh virus monkeypox itu sendiri dimana berasal dari keluarga virus yang berbeda.

Sebagai virus pernapasan, COVID menyebar melalui udara, ketika Anda menghirup sekresi pernapasan seseorang. Namun, mayoritas infeksi virus Monkeypox secara historis terjadi akibat kontak langsung dengan hewan. Beberapa hewan yang diketahui menyimpan infeksi yaitu tikus Gambia, tupai dan dormice.

Apa saja gejala Monkeypox?

Gejala cacar monyet mirip dengan cacar biasa namun umumnya Monkeypox memiliki gejala yang ringan. 

Gejala awalnya antara lain

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Sakit pinggang 
  • Kelelahan
  • Nyeri otot

Setelah terinfeksi oleh virus monkeypox, gejala pertama dapat bertahan selama 5-21 hari. 

Apakah monkeypox bisa menjadi the Next COVID?

Berbeda dengan SARS-CoV 2, tidak mampu menyebar melalui udara. Merangkum dari Forbes, hampir tidak mungkin membedakan COVID dari virus pernapasan lainnya sehingga sulit dihindari. Individu yang memiliki COVID dan tidak memiliki gejala atau asimptomatik dapat menyebarkan virus tanpa disadari. Tetapi monkeypox diketahui tidak menyebabkan gejala asimptomatik dan seseorang yang sebelumnya sudah divaksinasi dengan vaksin cacar cenderung dapat mengurangi gejala Monkeypox. 

College of Health and Human Services melansirkan bahwa penularan cacar monyet tidak separah COVID-19 maka tidak perlu ada lockdown atau membatasi pergerakan namun tindakan pencegahan bisa mengalami perkembangan dan jika virus tersebut berevolusi dan rentan lebih menular, maka beberapa strategi. Namun, tampaknya tidak mungkin melihat situasi epidemiologis saat ini.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok