0 Poin
Seorang wanita sedang merasa kesepian.

Apakah Kesepian Bisa Berpengaruh Pada Kualitas Tidur Seseorang?

Kesepian adalah kondisi emosional seseorang merasa terisolasi, sendiri dan ditandai dengan kehampaan.

Kekhawatiran, kecemasan, rasa stres berat adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan kualitas tidur di malam hari menjadi buruk.  

Sebuah artikel yang dilansir oleh Medical News Today menunjukkan studi yang menunjukkan bahwa kesepian dapat memainkan peran terhadap faktor kualitas tidur yang buruk.

Sebuah penelitian yang berasal dari King’s College London di Inggris telah menemukan bahwa orang dewasa muda yang merasa kesepian cenderung mengalami kualitas tidur yang tidak baik, rentan merasa lelah di siang hari, dan konsentrasi yang buruk daripada teman mereka yang tidak mengalami kesepian.

Penemuan ini diterbitkan di jurnal Psychological Medicine.

Rasa kesepian atau yang sering kita kenal dengan loneliness, umum terjadi di Amerika Serikat. 

Menurut Harris Poll pada tahun 2016, hampir lebih dari lebih dari 2.000 orang yang disurvei di AS, 72% melaporkan merasa kesepian, dengan hampir sepertiganya melaporkan bahwa mereka mengalami emosi ini setidaknya sekali setiap minggu.

Walaupun kondisi emosional ini kerap dikaitkan dengan masalah yang menyerang orang dewasa, penelitian menyatakan kalau bukan inilah kasusnya. Sebuah survei yang dilakukan oleh Mental Health Foundation pada tahun 2010 menemukan bahwa orang dewasa yang memasuki usia 18 hingga 34 tahun lebih sering terjadi daripada mereka yang berusia 55 tahun ke atas.

Namun, menurut penelitian tersebut, sedikit yang diketahui mengapa kesepian berpengaruh terhadap kesehatan orang dewasa khususnya bagaimana kondisi tersebut memainkan peran secara signifikan terhadap kualitas tidur.

Mengapa kesepian dapat memengaruhi kualitas tidur?

Walaupun studi dan penelitian tersebut tidak dirancang untuk mengetahui mekanisme keterkaitan antara rasa kesepian dan kualitas tidur yang buruk, para peneliti memiliki beberapa teori.

“Hal ini bisa masuk akal karena tidur merupakan sebuah keadaan yang tidak mungkin untuk tetap waspada terhadap keselamatan, jadi merasa terisolasi dari orang lain dapat membuat seseorang sulit untuk tidur nyenyak dan terlebih lagi dari bagi orang yang pernah mengalami kekerasan di masa lalu.” Sebuah catatan rekan penulis studi Timothy Matthews, dari Institute of Psychiatry, Psychology & Neuroscience.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok