0 Poin
Daging

Apa yang Terjadi Jika Anda Berhenti Makan Daging?

Daging sudah menjadi salah satu makanan yang dikonsumsi banyak orang setiap harinya. Rasa daging yang gurih sekaligus mengenyangkan, membuat banyak orang suka mengonsumsi daging, entah itu daging ayam, daging sapi, daging kambing, dan yang lainnya.

Selama ini, daging diyakini memberi kebutuhan protein hewani dan nutrisi lainnya untuk tubuh manusia. Namun, terlalu banyak mengonsumsi daging tentu juga tidak disarankan, karena bisa menimbulkan efek negatif terhadap tubuh.

Apa yang akan terjadi jika seseorang berhenti mengonsumsi daging? Akan ada banyak perubahan tentu dalam tubuhnya, entah itu perubahan baik atau yang buruk. Kali ini, mari kita bahas perubahan baik ketika seseorang mulai berhenti makan daging.

Mengurangi keasaman

Para ahli kesehatan mengklaim bahwa produk makanan berbahan dasar daging dapat merangsang produksi asam di perut, yang dapat menyebabkan penyakit seperti kelebihan asam, mulas, sakit kepala, sakit perut, dan lain-lain. 

Penurunan berat badan

Sebuah penelitian mengamati ketika seseorang yang sebelumnya mengonsumsi daging, beralih sepenuhnya ke pola makan vegetarian. Hasilnya, berat badan mereka turun drastis tanpa melakukan banyak usaha. Jadi, jika Anda bertahun-tahun mencoba diet penurunan berat badan namun belum kunjung berhasil, maka berhenti makan daging mungkin pilihan yang bisa dipertimbangkan.

Amunizer

Usus lebih sehat

Seseorang dengan pola makan vegetarian diketahui memiliki jalur pencernaan yang lebih bersih. Pola makan vegetarian membantu dalam mendorong pertumbuhan bakteri sehat yang melapisi usus, dan mencegah gangguan pencernaan tertentu.

Kulit lebih sehat

Penelitian menunjukkan bahwa hormon yang disuntikkan ke hewan sebelum dikonsumsi dapat memengaruhi kulit manusia, dan menyebabkan kondisi seperti jerawat, eksim, dan lain-lain. Beralih ke pola makan vegetarian yang kaya akan sayuran dan buah bisa membuat kulit lebih sehat berkat kandungan antioksidan dan serat di dalamnya.

Mengurangi risiko diabetes tipe-2

Penelitian telah menemukan bahwa risiko diabetes tipe-2 lebih besar pada orang-orang yang memakan daging, dibandingkan dengan orang-orang yang sudah beralih ke pola makan vegetarian. Alasannya terkait dengan hormon yang ditemukan dalam daging dan juga kandungan zat besi dan nitrat terutama pada daging merah.

(Foto: theconversation.com)

Amunizer
BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok