0 Poin
Mencegah Campak

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Campak?

Campak adalah infeksi virus yang bermula dengan menyerang sistem pernapasan. Hingga saat ini, campak masih merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia, meski vaksin yang aman dan efektif untuk mencegah campak juga sudah tersedia.

Meskipun campak umum sekali terjadi pada anak-anak, namun bukan berarti orang dewasa tak bisa mengalami penyakit ini. Orang dewasa yang tidak pernah mendapatkan vaksinasi campak berisiko lebih tinggi untuk tertular dan menderita campak.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), komplikasi serius tidak hanya lebih sering terjadi pada anak kecil, namun juga pada orang dewasa dengan campak yang berusia di atas 20 tahun. Komplikasi ini dapat mencakup banyak hal, seperti pneumonia, ensefalitis, hingga kebutaan.

Ada beberapa cara mencegah campak yang bisa dilakukan, seperti:

Vaksinasi

Mendapatkan vaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegah campak. Dua dosis vaksin campak dapat secara efektif mencegah infeksi campak dengan tingkat keberhasilan hingga 97%.

Ada dua vaksin yang tersedia untuk mencegah penyakit campak, yakni vaksin campak-gondok-rubella (MMR) dan campak-gondok-rubella-varicella (MMRV). Vaksin MMR merupakan vaksin 3 in 1 yang dapat melindungi seseorang dari penyakit campak, gondok, dan rubella. Sementara vaksin MMRV dapat melindungi terhadap infeksi yang sama seperti cakupan vaksin MMR, akan tetapi juga termasuk perlindungan terhadap cacar air.

Anak-anak dapat menerima vaksinasi pertama mereka untuk pencegahan terhadap penyakit campak pada usia 12 bulan, atau lebih cepat jika ada rencana untuk bepergian ke luar negeri, dan dosis kedua mereka di antara usia 4 hingga 6 tahun. Orang dewasa yang belum pernah menerima vaksinasi, atau ragu-ragu dengan status vaksinasi campak miliknya, dapat segera melakukan vaksinasi untuk mencegah penyakit ini. Setidaknya, satu dosis vaksin direkomendasikan untuk orang dewasa yang belum divaksinasi campak.

Akan tetapi, ada pula beberapa kelompok orang yang tidak boleh menerima vaksinasi campak, kelompok-kelompok ini meliputi:

  • Seseorang yang pernah mengalami reaksi yang mengancam jiwa terhadap vaksin campak atau komponen vaksin.
  • Wanita hamil.
  • Seseorang dengan gangguan kekebalan tubuh, yang dapat mencakup seseorang dengan HIV atau AIDS, seseorang yang menjalani pengobatan kanker, atau seseorang yang mengonsumsi obat untuk menekan sistem kekebalan tubuh.

Efek samping vaksinasi biasanya ringan dan dapat hilang dalam beberapa hari. Efek samping dapat mencakup demam hingga ruam ringan. Dalam kasus yang jarang terjadi, efek samping vaksin dikaitkan dengan menurunnya jumlah trombosit dan kejang. Akan tetapi, sebagian besar anak-anak dan orang dewasa yang menerima vaksin campak tidak mengalami efek samping.

Beberapa orang menyebut vaksin campak dapat menyebabkan autisme pada anak-anak, namun penelitian telah membantah hal ini dan menemukan bahwa tidak adanya hubungan antara vaksin campak dengan autisme.

Vaksinasi tidak hanya penting untuk melindungi Anda dan keluarga, namun vaksinasi juga penting untuk melindungi orang lain yang tidak dapat divaksinasi. Ketika lebih banyak orang mendapatkan vaksinasi terhadap suatu penyakit, kecil kemungkinannya penyakit akan beredar dalam suatu populasi manusia. Inilah yang kemudian disebut herd immunity.

Untuk mencapai herd immunity terhadap campak, diperlukan sekitar 96 persen populasi yang sudah mendapatkan vaksinasi untuk campak.

Sayangnya, tidak semua orang dapat menerima vaksinasi campak, namun ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran campak, yakni:

Jika Anda rentan terhadap infeksi:

  • Selalu jaga kebersihan tangan Anda, dan praktikkan cara membersihkan tangan yang terbaik. Cuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan sebelum menyentuh wajah, mulut, dan hidung.
  • Jangan berbagi barang pribadi dengan orang lain yang sedang sakit. Ini dapat mencakup hal-hal seperti peralatan makan, gelas, dan sikat gigi.
  • Hindari kontak erat dengan orang yang sedang sakit.

Jika Anda sedang sakit campak:

  • Lakukan isolasi mandiri dengan tetap berada di rumah, agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain. Isolasi mandiri dapat dilakukan empat hari setelah Anda pertama kali mengalami ruam campak.
  • Hindari kontak dengan orang yang mungkin rentan terhadap infeksi campak, seperti bayi yang terlalu muda untuk divaksinasi dan orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Tutupi hidung dan mulut jika Anda batuk dan bersin. Buang segera semua tisu bekas, jika tidak ada tisu di dekat Anda saat hendak bersin, tutupi area mulut dan hidung dengan lekukan siku atau siku bagian dalam Anda, bukan dengan tangan Anda.
  • Pastikan untuk sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan mendisinfeksi permukaan atau benda apa pun yang sering disentuh.

Berikut adalah cara untuk mencegah campak.

YesDok menyediakan dokter profesional yang memungkinkan Anda berkonsultasi dari mana saja dan kapan saja. Konsultasi keluhan mengenai masalah kesehatan Anda dengan dokter spesialis di aplikasi YesDok.

(Foto: babycenter.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2023 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok