0 Poin
Separation Anxiety Pada Balita

Apa Itu Separation Anxiety pada Balita?

Separation anxiety disorder adalah salah satu jenis masalah kesehatan mental. Separation anxiety pada balita dapat menyebabkan seorang anak sangat khawatir ketika harus berpisah dari anggota keluarga atau orang-orang terdekat lainnya.

Saat mengalami kondisi ini, anak bisa merasa sangat ketakutan akan kehilangan anggota keluarganya atau jika mereka tidak sedang bersama orang-orang terdekatnya.

Kecemasan akan perpisahan adalah hal yang normal, terutama pada balita. Hampir semua anak di antara usia 18 bulan hingga 3 tahun memiliki rasa kecemasan akan perpisahan, dan ini bisa melekat sampai ke tingkat tertentu.

Tetapi, separation anxiety pada balita bisa berlangsung lebih parah. Seorang anak dengan separation anxiety memiliki lebih dari sekadar rasa cemas, tapi juga sangat ketakutan untuk berpisah dari rumah atau keluarganya.

Penyebab separation anxiety

Para ahli kesehatan percaya, separation anxiety disebabkan oleh faktor biologis dan lingkungan. Seorang anak mungkin mewarisi kecenderungan untuk menjadi cemas. Ketidakseimbangan 2 hormon di otak, yakni norepinefrin dan serotonin, mungkin berperan besar dalam kondisi ini. 

Anak juga bisa mengembangkan kecemasan dan ketakutan dari melihat anggota keluarga atau orang lain. Peristiwa traumatis juga bisa berperan menjadi penyebab separation anxiety pada balita atau anak.

Umumnya separation anxiety dapat memengaruhi baik anak lelaki atau perempuan. Namun, anak-anak dengan orang tua yang memiliki riwayat gangguan kecemasan, cenderung lebih berisiko untuk mengalami separation anxiety.

Gejala separation anxiety pada balita

Tanda-tanda atau gejala separation anxiety pada balita dan anak-anak dengan usia yang lebih tua yakni:

  • Menolak untuk tidur sendiri
  • Mimpi buruk tentang perpisahan yang terjadi secara berulang
  • Mengalami kekhawatiran berlebih saat berpisah dari rumah atau keluarga
  • Terlalu mencemaskan tentang kondisi keluarga
  • Takut dan enggan sendirian
  • Sering sakit perut, sakit kepala, atau mengalami keluhan kesehatan lainnya
  • Mengalami nyeri atau ketegangan otot dengan intensitas yang sering
  • Terlalu mencemaskan akan keselamatan diri sendiri
  • Sangat cemas saat berada jauh dari rumah
  • Panik atau marah saat berpisah dari orang tua atau pengasuh

Meski gejala-gejala ini bisa jadi terlihat sangat umum dan hampir serupa dengan gejala masalah kesehatan lainnya, namun tak ada salahnya bagi Anda untuk segera memeriksakan kondisi anak jika menampilkan satu atau lebih dari gejala-gejala ini.

(Foto: firstfiveyears.org.au)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok