0 Poin
Bubuk cokelat

Apa Itu Kakao, dan Apa Bedanya dengan Kokoa?

Karena stres akibat pandemik COVID-19, seseorang mungkin lebih menginginkan kenyamanan mengonsumsi yang manis-manis daripada biasanya. Cokelat menjadi primadona tersendiri untuk dicicipi. Jika cokelat adalah camilan pilihan, Anda mungkin ingin mencobanya yang lebih sehat: kakao.


Berasal dari tanaman yang sama, kakao menawarkan rasa dan manfaat nutrisi cokelat tanpa tambahan gula dan lemak. Faktanya, kakao merupakan kokoa yang belum diproses. Sedangkan kokoa merupakan turunan dari kakao. Kokoa marak bermunculan di rak supermarket, dalam resep sederhana, dan bahkan dalam makanan kemasan lainnya. Dengan kata lain, mungkin ini saatnya untuk mengganti simpanan cokelat Anda dengan kokoa.

Kakao berasal dari biji pohon kakao yang berasal dari daerah tropis seperti Amerika Tengah dan Selatan. Setelah biji kakao dipanen dari pohonnya, biji kakao ditarik dari cangkangnya dan dibiarkan di bawah sinar matahari untuk difermentasi lalu dikeringkan secara alami.

Biji kakao mentah yang dihancurkan memiliki tekstur yang sama dengan biji kopi. Menggiling biji kakao kering menghasilkan bubuk kakao. Biji kakao dan bubuk kakao sama-sama memiliki rasa buah seperti cokelat hitam tanpa pemanis dengan sedikit rasa pahit. Beberapa orang merekomendasikan untuk memanggang biji mentah dalam wajan kering dengan api sedang untuk mengeluarkan rasa pedas bawaan.

Kakao dikenal karena profil nutrisinya yang mengesankan, dan banyak yang menyebutnya "makanan super". Menurut pakar diet dari Seattle Amerika, Ginger Hultin, menyebut jika kakao memiliki kekayaan kalsium, zat besi, magnesium, seng, serta antioksidan yang disebut flavanol.

 
Perbedaan Kakao dengan Kokoa?

Kata “cacao” mungkin terdengar asing bagi Anda karena berasal dari pohon yang sama yang digunakan untuk membuat kakao dan kokoa. Meskipun beberapa orang menggunakan istilah ini secara bergantian, kakao umumnya mengacu pada biji dan bubuk mentah, sedangkan kokoa biasanya produk kakao yang telah dipanggang dan di-alkalisasi untuk mengurangi keasaman tetapi itu menurunkan kapasitas antioksidan di dalamnya.

Biji kakao digiling halus untuk membentuk sesuatu yang disebut "massa kakao". Massa kakao ini kemudian ditempatkan di bawah panas yang sangat tinggi untuk menghasilkan bubuk kokoa yang terkadang dapat menjadi produk minuman.

Sedangkan kokoa dibuat dari produk kakao yang mengandung gula. Susu bubuk ditambahkan ke produk akhir kakao atau bahan baku proses pembuatan cokelat. Setelah padatan dan mentega digabungkan dalam porsi yang diinginkan lalu gula ditambahkan, itulah kokoa.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok