Amankah Mencukur Rambut Kemaluan?

Banyak wanita yang kerap merasa bingung, perlukah mereka mencukur rambut kemaluan mereka? Banyak anggapan mengatakan bahwa vagina yang tak berambut memiliki tampilan yang lebih baik, dan anggapan inilah yang memotivasi banyak wanita untuk menghilangkan rambut kemaluan mereka. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan, mulai dari mengguntingnya, mencukurnya, atau menggunakan waxing. Namun, baikkah hal ini dilakukan?

Rambut kemaluan sebenarnya memiliki fungsi yang penting, yakni:

  • Mempertahankan suhu pada vagina agar dapat berfungsi dengn baik.
  • Menghalangi bakteri atau virus yang dapat menyebabkan infeksi dan penyakit pada vagina.
  • Mencegah iritasi pada area vagina saat berhubungan seksual, karena gesekan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan ruam merah di area vagina.
  • Rambut kemaluan mempertahankan aroma khas vagina yang dapat mentransmisikan sinyal seksual untuk merangsang libido pasangan.

Melihat begitu banyaknya fungsi dari rambut kemaluan, tentu Anda tak bisa sembarang mencukurnya, apalagi menghilangkannya sampai habis. Berikut ini merupakan beberapa alasan lain mengapa Anda tak seharusnya mencukur habis rambut kemaluan Anda:

Iritasi kulit

Menyingkirkan rambut kemaluan dapat mengiritasi folikel rambut, karena ini akan meninggalkan luka kecil pada kulit yang tidak terlihat oleh mata. Mencukurnya juga akan menyebabkan jerawat, dan sakit saat rambut tumbuh. Risiko luka pada kulit saat mencukur juga dapat mengintai Anda.

Meningkatkan kemungkinan tertular herpes

Banyak penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang sering mencukur rambut kemaluannya lebih rentan untuk tertular herpes genital. Ketika Anda mencukur rambut kemaluan Anda, risiko vagina terluka sangat besar, dan jika luka terjadi, kulit akan lebih rentan untuk terpapar virus yang dapat menyebabkan Anda tertular penyakit menular seksual ini.

Risiko tertular HPV meningkat

Virus dapat menular dengan sangat cepat, bahkan tanpa orang yang terdampak menyadarinya. Wanita yang secara terus-menerus mencukur rambut kemaluannya akan sangat rentan terinfeksi oleh Human Paploma Virus. Segera lakukan vaksinasi HPV untuk mencegah penularan virus ini.

Menghilangkan rambut kemaluan boleh-boleh saja, asal jangan mencukurnya sampai terlalu habis. Ini karena rambut kemaluan juga memiliki fungsi yang cukup penting, bahkan menghindarkan Anda dari risiko penyakit menular seksual. Cukup potong dengan bantuan gunting jika rambut kemaluan dirasa sudah terlalu lebat atau panjang. Namun, tetap berhati-hati, jangan sampai Anda melukai vagina Anda sendiri.

(Photo source: allure.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL
 

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK

  Corporate Info :
info@yesdok.com
 
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok

×

Halo

Nama Saya
Saya Adalah
di perusahaan
hubungi saya di +62
website perusahaan
E-mail saya di