0 Poin
seks

Amankah Berhubungan Seks Selama Wabah Virus Corona?

Di tengah wabah virus corona seperti sekarang ini, banyak rutinitas yang berubah dan harus disesuaikan. Salah satu yang menjadi pertanyaan adalah: apakah aman melakukan hubungan seks selama pandemi?

Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru, disebarkan melalui kontak langsung dari orang ke orang satu sama lain. Diyakini bahwa virus tersebut dikeluarkan dari tetesan pernapasan dari batuk atau bersin, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Anda juga dapat terkena dari permukaan yang terkontaminasi jika kemudian menyentuh wajah Anda tanpa mencuci tangan terlebih dahulu dan karena itu memasukkan patogen ke dalam tubuh Anda.

Jadi, ya, seks dapat berkontribusi untuk menyebarkan virus corona. Anda jelas cukup dekat dengan seseorang ketika berada di atas ranjang.

Tapi virus corona tidak menular langsung dari hubungan seks. “Coronavirus adalah virus pernapasan. Ini dapat ditularkan melalui air liur Anda dan kontak intim, tetapi itu tidak secara langsung ditularkan secara genetis,” ujar Mark Surrey, MD, seorang profesor klinis di departemen kebidanan dan ginekologi di Fakultas Kedokteran David Geffen, Fakultas Kedokteran UCLA.

Jika pasangan Anda terpapar virus corona atau diduga tengah mengidap virus tersebut, sebaiknya Anda tidak boleh melakukan hubungan seks secara fisik saat ini, dan Anda harus tetap tinggal di kamar yang terpisah, kata CDC.

Pertimbangkan untuk mengambil tindakan pencegahan jika Anda atau pasangan Anda masuk ke dalam kelompok risiko tinggi, sebaiknya Anda tidak melakukan hubungan seks sama sekali.

Jika Anda dan pasangan Anda tidak terpapar COVID-19, tidak menunjukkan gejala, merasa sehat, maka aman untuk melakukan hubungan seks, kata Dr. Surrey.

Sekali lagi, perlu diingat bahwa pemahaman tentang coronavirus baru dan bagaimana penyebarannya terus berubah. "Untuk pasangan yang mencoba untuk berproses sekarang, saya sarankan untuk lebih waspada tentang menghindari kontak sosial dan kebersihan tangan, tetapi sulit untuk menghasilkan parameter yang jelas," ujar Dr. Surrey.

(Foto: freepik/mkitina4)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok