0 Point
viruscorona

WHO Temukan Varian COVID-19 Baru, Diduga Bisa Hindari Efek Kekebalan Vaksin

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang melacak varian COVID-19 baru yang disebut memiliki kemampuan untuk menghindari kekebalan yang didapat orang dari vaksin dan infeksi COVID-19 sebelumnya.

Varian baru ini disebut Mu atau varian B.1.621 yang mana pertama kali terdeteksi di Kolombia pada Januari tahun ini. Sejak saat itu, varian baru ini telah terdeteksi di 39 negara dan ditambahkan ke daftar pantauan WHO pada 30 Agustus.

Dalam buletin mingguan WHO, organisasi itu mengatakan varian tersebut "memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan."

Mutasi virus COVID-19 memang telah mendatangkan masalah di seluruh belahan dunia. Varian Delta yang menular menyebabkan gelombang infeksi COVID di India dan juga Indonesia.

Lonjakan kasus baru-baru ini juga dialami oleh Amerika yang telah mendorong Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS untuk merekomendasikan bahwa bahkan yang divaksinasi sepenuhnya harus memakai masker di dalam ruangan.

WHO mencatat dalam buletinnya bahwa penelitian lebih lanjut perlu dilakukan pada varian yang bermutasi untuk melihat apakah ia dapat menghindari pertahanan kekebalan terhadap COVID-19 seperti varian Beta yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan.

Sampai saat artikel ini diterbitkan, belum ditemukan kasus dari varian COVID-19 MU yang terjadi di Indonesia.

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok