0 Point
vaksinasi

Studi: Vaksin COVID-19 Dosis Pertama Tetap Efektif Lawan Varian Delta

Sebuah studi baru dari Institut Pasteur di Prancis menemukan bahwa varian delta kurang sensitif terhadap antibodi penetral (protein berbentuk Y yang menempel pada virus corona dan menghentikannya memasuki sel kita). 

Sistem kekebalan tubuh kita membuat susunan antibodi yang luar biasa terhadap berbagai bagian protein virus. Ini dikenal sebagai "respon poliklonal". Apakah antibodi poliklonal ini mengandung antibodi penawar yang mencegah infeksi varian delta?

Untuk mengetahuinya, para peneliti mengambil darah dari kelompok kecil (56 orang) enam bulan setelah mereka pulih dari COVID. 

Mereka menemukan pengurangan empat hingga enam kali lipat dalam netralisasi varian beta dan delta dibandingkan dengan varian alfa. Ini tidak berarti bahwa orang lebih rentan terhadap infeksi varian baru; perlindungan kekebalan tidak hanya ditentukan oleh antibodi. 

Namun, itu berarti bahwa varian beta dan delta cukup berbeda dari virus sebelumnya untuk memengaruhi respon imun.

Yang menggembirakan, ketika orang yang sebelumnya terinfeksi divaksinasi (vaksin Pfizer, AstraZeneca atau Moderna), mereka semua menunjukkan peningkatan antibodi penetral terhadap ketiga varian. 

Dosis tunggal vaksin sudah cukup untuk meningkatkan respons penetralan terhadap varian delta.

Temuan ini sejalan dengan penelitian terbaru dari University of Oxford dan Public Health England (PHE), dan dengan penelitian yang belum dipublikasikan.

Hasilnya tidak begitu menggembirakan bagi mereka yang menerima satu dosis vaksin tanpa adanya infeksi sebelumnya. 

Kelompok Oxford melaporkan bahwa satu dosis vaksinasi memberikan antibodi penetralisir yang buruk terhadap varian delta. Hal ini juga terjadi dalam penelitian di Prancis untuk vaksin Pfizer dan AstraZeneca pada sepuluh minggu setelah vaksinasi.

Kedua studi menunjukkan bahwa vaksinasi booster memiliki efek yang diinginkan untuk meningkatkan netralisasi terhadap varian delta, meskipun pada kemanjuran yang lebih rendah dibandingkan dengan varian alfa.

Studi ini menunjukkan bahwa vaksin kami masih efektif melawan varian ini. Data lebih lanjut dari PHE dan dari studi Kanada menunjukkan aktivitas antibodi yang diinduksi vaksin yang substansial terhadap varian delta.

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok