0 Point
berjalan kaki

Studi: Sekadar Berjalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Dua penelitian menemukan bahwa perilaku berdiam diri dan malas bergerak meningkatkan risiko gagal jantung. Sementara rajin berjalan kaki dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi.

Bagi orang-orang yang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah akibat pandemi COVID-19, penelitian baru memberikan dorongan untuk lebih banyak berjalan-jalan dan menghindari duduk terlalu lama di depan layar komputer atau televisi.

Dalam dua penelitian yang dipimpin oleh University at Buffalo (UB), New York, para peneliti menemukan bahwa wanita pascamenopause yang berjalan cepat dan menghabiskan lebih sedikit waktu duduk atau berbaring selama jam bangun memiliki risiko lebih rendah terkena hipertensi dan gagal jantung.

“Berjalan dan bergerak adalah aktivitas sederhana yang dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata Jean Wactawksi-Wende, Ph.D., dekan Fakultas Profesi Kesehatan dan Kesehatan Masyarakat (SPHHP) UB dan salah satu penulis kedua studi tersebut. .

Penelitian ini didasarkan pada data yang dikumpulkan selama beberapa tahun dari wanita yang berpartisipasi dalam Women’s Health Initiative. Para peserta berusia 50-79 tahun pada awal studi.

Hasilnya menunjukkan bahwa terlepas dari tingkat aktivitas fisik secara keseluruhan, lebih banyak berjalan dan tidak terlalu banyak duduk dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Penelitian jalan kaki diikuti 83.435 wanita yang tidak memiliki diagnosis hipertensi, gagal jantung, penyakit jantung koroner, atau stroke pada awal penelitian.

Semua peserta melaporkan bahwa mereka dapat berjalan setidaknya satu blok tanpa bantuan.

Setelah menyesuaikan faktor lain yang mungkin berkontribusi, termasuk jenis latihan fisik lainnya, peserta yang berjalan paling banyak 11% lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan hipertensi dibandingkan mereka yang berjalan paling sedikit.

Partisipan yang berjalan paling cepat memiliki risiko hipertensi 21% lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang berjalan paling lambat.

Bahkan setelah menyesuaikan angka-angka untuk memperhitungkan jumlah keseluruhan waktu yang dihabiskan setiap peserta untuk berjalan dan jarak yang mereka tempuh, kecepatan berjalan setidaknya 2 mil per jam dikaitkan dengan penurunan risiko hipertensi yang signifikan.

Studi tersebut menunjukkan bahwa berjalan cepat memiliki efek yang lebih signifikan terhadap risiko hipertensi daripada jarak total atau durasi berjalan.

(Foto: New Feel)

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok