0 Point
anosmia

Selain Covid-19, Ini Penyebab Anda Tak Bisa Mencium Bau

Salah satu gejala yang ditimbulkan jika terpapar Covid-19 adalah hilangnya indera penciuman atau anosmia. Biasanya gejala ini muncul dan memburuk di hari kelima setelah dinyatakan positif. Namun, apakah tidak bisa mencium bau itu selalu menjadi tanda bahwa Anda terpapar Covid-19?

Sebenarnya tidak bisa mencium bau tidak melulu terkait dengan corona. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan Anda tidak bisa mencium bau. Berikut beberapa kondisi yang memicu timbulnya anosmia:

Sinusitis

Sinusitis merupakan salah satu masalah kesehatan yang terjadi pada saluran pernapasan. Ketika sinus Anda membengkak atau tersumbat dengan lendir, kondisi ini menghambat reseptor bau di jaringan hidung Anda. Sehingga infeksi sinusitis dapat menyebabkan berbagai gejala, salah satunya hilangnya kemampuan mencium bau.

Merokok

Mungkin tidak banyak yang mengetahui jika kebiasaan merokok dapat mengacaukan indera penciuman Anda. Kebiasaan merokok dapat membuat gangguan saraf dari hidung menuju otak, sehingga dapat meningkatkan risiko alami anosmia. Mengurangi paparan asap rokok dapat mengembalikan indera penciuman Anda.

Efek samping obat-obatan

Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti antibiotic, antihipertensi dan antihistamin terkadang dapat menyebabkan hidung tidak bisa mencium bau untuk sementara waktu. Jika Anda mengalami anosmia, tetap lanjutkan meminum obat sesuai anjuran dokter. Indera penciuman Anda akan kembali normal saat berhenti mengonsumsi obat.

Masalah genetika

Seseorang bisa saja terlahir tanpa indera penciuman akibat masalah genetik. kondisi ini dikenal sebagai anosmia kongenital atau anosmia bawaan. Masalah genetik yang membuat indera penciuman hilang banyak dikaitkan dengan otak. Hilangnya indera penciuman tidak selalu memengaruhi indera perasa. Namun, masalah genetik seperti ini jarang terjadi.

Efek penuaan

Semakin bertambahnya usia, maka kinerja organ dan indera manusia semakin menurun. Seperti penglihatan dan pendengaran, indera penciuman Anda secara normal akan menjadi kurang tajam.

(Foto: freepik)

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok