0 Point
Oatmeal

Rekomendasi Makanan untuk Sarapan

Banyak orang percaya bahwa sarapan adalah waktu makan paling penting dalam sehari, karena sarapan dapat mengisi perut yang kosong sepanjang malam dan memulai metabolisme dalam tubuh seseorang.

Sarapan sehat adalah sarapan yang mengandung makanan bergizi, yang memberikan energi dan membuat seseorang merasa kenyang, sehingga membantunya mencegah makan berlebihan. Berikut ini merupakan rekomendasi beberapa makanan sehat yang baik untuk sarapan:

Oatmeal

Oatmeal merupakan salah satu makanan terbaik untuk sarapan. Ini mengandung beta glukan yang merupakan serat yang baik untuk membantu seseorang merasa kenyang lebih lama dan juga dapat menurunkan kolesterol.

Satu studi mengungkapkan bahwa orang yang makan oatmeal untuk sarapan merasa lebih kenyang dan makan lebih sedikit saat makan siang, dibandingkan dengan orang-orang yang makan cornflake saat sarapan. Hal ini terutama terjadi pada orang-orang yang kelebihan berat badan.

Oat juga kaya akan antioksidan, asam lemak omega-3, folat, dan potassium. Oat juga menjadi pilihan yang baik karena memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga tidak memicu lonjakan gula darah.

Telur

Telur merupakan salah satu makanan yang bergizi dan mengandung protein berkualitas tinggi, sehingga baik untuk dimakan saat sarapan. Beberapa orang berpikir, bahwa telur tidak sehat karena jumlah kolesterol yang dikandungnya. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa kolesterol makanan dalam telur hanya memiliki dampak kecil pad kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) dalam darah.

Sebuah studi kecil pada orang dengan risiko tinggi diabetes tipe-2 atau penyakit kardiovaskuar menemukan bahwa makan telur utuh dan mengurangi konsumsi karbohidrat dapat mengurangi lingkar pinggang, berat badan, dan lemak tubuh.

Kopi

Minum kopi saat sarapan, sudahkah Anda menerapkannya? Kopi juga sering diminum di pagi hari saat waktu sarapan. Nyatanya ini baik, karena kopi dapat memberikan manfaat kesehatan berkat antioksidan yang terkandung di dalamnya.

Satu ulasan dari American Diabetes Association menunjukkan bahwa minum kopi dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe-2. Para peneliti juga mengatakan bahwa beberapa komponen kopi dapat membantu meningkatkan metabolisme glukosa.

Akan tetapi, menambahkan gula atau krim dapat mengurangi efek menyehatkan dari kopi. Untuk mengganti gula atau krim, pilihlah susu tanpa lemak sehingga kopi Anda terasa lebih enak.

(Foto: slenderkitchen.com)

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok