0 Point
pola makan

Pola Makan Bisa Pengaruhi Fungsi Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan adalah jaringan kompleks yang terus bekerja untuk melindungi tubuh dari antigen, yang memiliki keterkaitan dengan berbagai patogen, termasuk bakteri, racun, parasit, dan virus.

Sistem kekebalan menawarkan dua garis pertahanan: kekebalan bawaan dan kekebalan adaptif. Kekebalan bawaan adalah garis pertahanan pertama dan terdiri dari penghalang fisik, seperti kulit dan selaput lendir serta pertahanan kimiawi.

Jika sistem kekebalan bawaan tidak efektif melawan potensi ancaman, sistem kekebalan adaptif mengambil alih.

Sistem kekebalan adaptif terdiri dari sel darah dan protein khusus yang menargetkan penyebab infeksi tertentu. Sistem kekebalan adaptif memiliki "memory", itulah sebabnya tubuh seseorang menjadi kebal terhadap penyakit tertentu setelah paparan awal.

Sistem kekebalan seseorang perlu berfungsi dengan baik agar mereka tetap berfungsi dengan normal. Penyakit tertentu, obat-obatan, dan pilihan gaya hidup, seperti merokok dan minum alkohol berlebihan, dapat mempengaruhi fungsi kekebalan tubuh.

Penelitian menunjukkan bahwa pola makan seseorang dapat mempengaruhi sistem kekebalan dalam tubuh juga. Sebuah studi menunjukkan bahwa pola makan seseorang mempengaruhi sistem kekebalan mereka, seperti semua aspek kesehatan lainnya.

Misalnya, nutrisi dapat mempengaruhi mikrobioma, fungsi penghalang usus, proses inflamasi, dan fungsi sel darah putih, yang semuanya mempengaruhi fungsi kekebalan tubuh.

Pola diet dan makanan individu berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit, risiko alergi yang lebih besar, dan gangguan respons imun.

Beberapa pola makan ala Barat misalnya, cenderung mengandung lemak jenuh tingkat tinggi, makanan olahan, tambahan gula dan garam, dan kalori keseluruhan. 

Pola makan ini seringkali rendah makanan yang berhubungan dengan kesehatan yang lebih baik, seperti sayuran, buah-buahan, dan ikan berlemak, dan memiliki kaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit kronis.

Penelitian menunjukkan bahwa pola makan tipe Barat menyebabkan peradangan dan mengubah fungsi sistem kekebalan, mendorong perkembangan penyakit.

Sebaliknya, diet kaya makanan utuh, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, makanan laut, dan rendah makanan olahan dapat mengurangi risiko penyakit dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh yang sehat.

Selain itu, kekurangan atau kekurangan nutrisi penting untuk fungsi kekebalan, termasuk vitamin D, seng, dan vitamin C, juga dapat mempengaruhi respons kekebalan.

Meskipun jelas bahwa pilihan makanan berdampak pada kesehatan secara keseluruhan, termasuk fungsi kekebalan, interaksi antara pola makan dan kesehatan kekebalan sangat kompleks. Ilmuwan masih mempelajari bagaimana makanan yang dikonsumsi seseorang dapat membantu atau merusak fungsi kekebalan.

(Foto: Freepik)

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok