0 Point
musim hujan dan covid-19

Musim Hujan, Covid-19 Lebih Mudah Menyebar?

Wabah Covid-19 masih belum berakhir. Menurut Data Satgas Covid-19 per 8 Oktober 2021 jumlah terpapar virus corona sebanyak 4.225.871 yang terkonfirmasi. Untuk pasien sembuh meningkat sebanyak 3.514 menjadi 4.057.760 orang dan sebanyak 142.560 kasus meninggal dunia.

Penyebaran Covid-19 di Indonesia memang cukup sulit dihentikan hingga musim penghujan saat ini. Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengungkapkan ada beberapa informasi yang simpang siur tentang musim hujan dan penyebaran Covid-19. Menurutnya ada yang mengatakan bahwa kelembaban musim hujan menurunkan penyebaran Covid-19, ada pula yang mengatakan sebaliknya. Mana yang benar?

Melalui akun Instagramnya, Prof Zubairi Djoerban menjelaskan beberapa penelitian menunjukkan kalau musim hujan dapat memudahkan penyebaran virus corona. Seperti yang ditemukan oleh Penelitian Chinese Academy of Medical Sciences, bahwa virus ini lebih mudah menyebar pada kadar kelembaban 75 persen. Begitu juga pada penelitian Alan Evangelista seorang profesor mikrobiologi dari RS St. Christopher di Philadelphia mengungkapkan hal yang sama. Dimana ketika udara semakin lembab dan makin banyak airnya, maka droplet yang mengandung virus akan lebih mudah menyebar.

Disisi lain beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa jika kadar air di udara meningkat, maka hal itu justru memperlambat penyebaran virus corona. Jadi, hingga saat ini memang belum jelas hubungan antara musim hujan dengan penyebaran virus. Sementara ini hasil dari beberapa penelitian yang dilakukan hasilnya masih saling bertentangan.

“Kita bisa lihat di Thailand. Negara yang dekat dengan kita. Kalau musim hujan, negara ini selalu menghadapi outbreak atau peningkatan insidensi kasus influenza. Misalnya pada 2019, dimana 27 orang meninggal dari 300 ribu yang terinfeksi,” ujar Prof. Zubairi Djoerban mengutarakan pandangannya mengenai faktanya.

Ia menambahkan, artinya musim hujan yang kemudian meningkatkan penyebaran virus itu contohnya ada yakni di Thailand virusnya influenza. “Tapi, kalau musim hujan dan Covid-19, saya belum menemukan adanya kaitan dan bukti yang jelas,” tutupnya.

(Foto: the independent)

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok