0 Point
olahraga

Mengatasi Gangguan Kecemasan Dengan Olahraga

Sejak hampir seluruh dunia diserang oleh corona dan menjadi pandemi, tidak sedikit orang yang mengalami gangguan kecemasan. Orang yang mengalami gangguan kecemasan meningkat bahkan sebelum terjadinya pandemi.

Angka penderita gangguan kecemasan telah meningkat sebanyak 15% dari tahun 2005. Data WHO pada tahun 2015 menunjukkan bahwa sekitar 264 juta orang menderita gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan sendiri merupakan kondisi dimana seseorang merasa ketakutan dalam situasi yang tidak berbahaya. Bisa dikatakan rasa takut tersebut muncul tanpa alasan yang jelas, namun penderita merasa kecemasan itu sangat nyata.

Rasa cemas pada seseorang itu amatlah wajar. Rasa cemas yang muncul sebagai bentuk perlindungan diri dari bahaya. Namun, hal tersebut berbeda dengan orang yang mengalami gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan sendiri terdiri dari beberapa bentuk, salah satunya adalah fobia dan juga gangguan kecemasan umum. Meski begitu, bukan berarti penyakit mental ini berada dalam kecemasan yang permanen. Karena sering kali stres menjadi pemicu munculnya gangguan kecemasan tersebut.

Penyebab lain bisa diakibatkan faktor genetik, lingkungan dan pengalaman traumatik. Gejala gangguan kecemasan yang muncul berupa rasa lelah, susah tidur hingga berpengaruh pada kesehatan seperti masalah pencernaan.  Penderita gangguan kecemasan bisa melakukan beberapa hal positif seperti olahraga sebagai salah satu cara mengatasi gangguan tersebut.

Anda bisa berolahraga 2-3 kali dalam seminggu selama minimal 30 menit. Pilihlah olahraga ringan yang tidak terlalu membebani Anda saat melakukannya. Anda bisa mencoba pergi ke tempat gym, berenang, bersepeda, hingga lari. Tujuan olahraga ini sebenarnya agar Anda merasa lelah. Mengapa demikian? Saat beraktivitas tubuh akan mengurai hormon adrenalin ketika sedang stress. Dimana reaksi tubuh Anda saat berolahraga menyerupai reaksi tubuh saat stres.

Detak jantung akan berpacu semakin cepat, tubuh mengeluarkan banyak keringat dan napas yang berat. Sehingga tubuh dapat belajar menghadapi reaksi-rekasi tersebut dan dapat mengatasi serangan stress dengan baik. Anda juga dapat mengimbanginya dengan diet sehat dan seimbang yang dapat membantu mengurangi stres. Selain itu, cobalah beberapa teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi.

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok