0 Point
Face shield dan masker

Masker vs Face Shield: Mana yang Lebih Baik Bagi Anak-Anak?

Penyebaran COVID-19 tidak bisa dianggap remeh, bahkan anak-anak dikatakan dapat bertindak sebagai pembawa infeksi yang diam-diam. Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Pediatrics menunjukkan bahwa anak-anak dapat bertindak sebagai penyebar COVID-19 yang berbahaya dan memiliki viral load yang lebih tinggi dalam tubuh mereka.

Oleh karena itu, yang terpenting adalah menjaga anak-anak Anda aman dari penularan baru dengan menggunakan protokoler kesehatan sesuai yang dianjurkan. Meskipun sebelumnya, masker wajah dianggap sebagai bentuk perlindungan terbaik terhadap penyakit, kini pelindung wajah atau face shield kerap menjadi alternatif pencehahan.

Mengenakan masker memang sesuatu keharusan. Akan tetapi hal ini mereka tidak hanya merasa tidak nyaman mengenakannya. Itulah sebabnya, banyak orang tua yang beralih pada penggunaan face shield bai mereka. Negara-negara zona hijau yang membuka kembali sekolah tatap muka juga mulai banyak ditemui anak-anak dengan face shield. Lantas mana yang lebih baik menawarkanperlindungan?

Masker wajah kain menutupi mulut dan hidung dengan cara yang lebih efektif, sedangkan face shield bertindak sebagai pelindung transparan untuk seluruh wajah. Menggunakan face shiled bagi sebagian orang relatif lebih mudah daripada memakai masker. Menurut rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), face shield yang digunakan tanpa masker harus menutupi sisi wajah pemakainya dan meluas hingga area dagu.

Bagian terbaik tentang menggunakan face shield yang tepat adalah mencegah seseorang menyentuh wajah mereka dan menyebarkan kuman, yang merupakan masalah umum pada anak-anak. Face shield jauh lebih nyaman digunakan dibandingkan dengan masker wajah. Face shield juga menciptakan penghalang di atas mata yang dapat mencegah masuknya virus dari selaput lendir. Alat  ini dapat dengan mudah dicuci, dipakai kembali dan yang terpenting dapat berguna untuk anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus.

Salah satu cara masker wajah berada di depan pelindung wajah adalah mencegah penularan langsung tetesan pernapasan dari orang yang sakit ke orang lain, atau penyebaran infeksi itu sendiri. Face shield terkadang tidak pas karena alasan apa pun, itu bisa memudahkan kuman untuk merangkak masuk.

Meskipun demikian, face shield tidak direkomendasikan untuk anak usia balita. Begitupun masker kain, penggunaannya pada balita juga membuatnya kesulitan bernapas. Menjaga jarak sosial tentu menjadi pilihan terbaik yang bisa Anda lakukan.

Mengenakan masker wajah, bersama dengan face shield bisa menjadi salah satu cara paling efektif untuk menjaga anak-anak Anda aman selama wabah. Dorong mereka untuk mempertahankan praktik sanitasi yang baik, sering mencuci tangan, dan makan makanan yang sehat. Semua ini bisa menjadi cara yang baik untuk menjaganya tetap aman dan sehat.

(Foto: ottawa.ctvnews)

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok