0 Point
Menyusui

Ini yang Akan Terjadi Usai Berhenti Menyusui Si Kecil

Perjuangan menjadi seorang ibu bukan hanya berhenti ketika si kecil dilahirkan ke dunia ini. Tantangan lainnya adalah masalah menyusui hingga menyapih atau ketika si kecil harus berhenti menyusu dengan ibunya. Memberikan ASI disarankan sampai si kecil berusia 2 tahun.

Momen ketika si kecil mulai berhenti menyusui mungkin akan menjadi hal yang menyedihkan. Karena ibu akan kehilangan momen intim dengan si kecil. Namun disisi lain, ibu patut berbahagia karena si kecil mulai mandiri dan tidak tergantung lagi pada sesi menyusui.

Selain perubahan emosional, ada pula perubahan lain yang wajib Anda ketahui ketika si kecil berhenti menyusu. Dan hal yang akan terjadi adalah sebagai berikut:

Payudara ibu membengkak

Apalagi ketika si kecil disapih secara tiba-tiba. Dimana payudara masih memproduksi ASI namun tidak dikeluarkan seperti biasanya. Pembengkakan pada payudara ini disebut dengan mastitis. menurut Kathleen Huggins, konselor laktasi dan penulis The Nursing Mother's Guide to Weaning, beberapa ibu mungkin tak mengalami hal ini.

Perubahan pada ukuran payudara

Terjadi perubahan pada ukuran payudara adalah hal yang wajar. Usai menyusui si kecil ukuran payudara akan mengecil. Hal ini dikarenakan payudara tidak sepenuh saat menyusui si kecil.

ASI merembes

Jangan heran kalau ASI Anda masih merembes keluar ketika berhenti menyusui. Fenomena ini mungkin akan terjadi selama 1-2 minggu dan bila ada benjolan padat di payudara jangan khawatir karena hal tersebut normal terjadi disebabkan oleh penyerapa ASI oleh tubuh.

Post-weaning depression

Ada beberapa ibu yang mengalami post-weaning depression. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon setelah berhenti menyusui. Ibu akan merasa sedih, perasaan kehilangan, lebih sensitif dan mudah marah.

Berat badan naik

Kenaikan berat badan bisa terjadi pada ibu yang berhenti menyusui anaknya. Penambahan berat badan ini disebabkan oleh proses pembakaran kalori pada saat menyusui terhenti. Namun lonjakan berat badan ini bisa Anda cegah dengan rutin olahraga dan mengatur pola makan.

(Foto: the bump) 

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok