0 Point
Osteoporosis

Ini Faktor Risiko Osteoporosis

Osteoporosis terjadi ketika kepadatan tulang menurun, dan menyebabkan tulang menjadi keropos dan mudah patah. Saat terjadi kondisi osteoporosis, tubuh menyerap lebih banyak jaringan tulang dan memproduksi lebih sedikit jaringan untuk menggantikannya.

Osteoporosis lebih sering terjadi pada tulang pinggul, tulang belakang, dan beberapa sendi perifer, seperti pergelangan tangan. Osteoporosis berkembang perlahan, sehingga seseorang mungkin tidak menyadarinya, sampai ia mengalami patah tulang yang bahkan terjadi hanya akibat kejadian kecil seperti terjatuh.

Patah yang terjadi pada tulang belakang, dapat menyebabkan perubahan postur, kelengkungan tulang belakang, dan seseorang cenderung menjadi bungkuk. Seseorang dengan osteoporosis mungkin juga akan mengalami penurunan tinggi badan.

Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang berpotensi mengalami osteoporosis. Beberapa faktor risiko ini dapat diubah, namun beberapa lainnya tidak bisa diubah.

Tubuh terus menyerap jaringan tulang yang sudah tua dan menghasilkan tulang baru untuk menjaga kepadatan, kekuatan, dan integritas struktural dari tulang-tulang yang ada dalam tubuh kita. Kepadatan tulang mencapai puncaknya ketika seseorang memasuki usia akhir 20-an, dan mulai melemah pada sekitar usia 35 tahun.

Seiring bertambahnya usia, tulang akan menjadi lebih cepat rusak. Osteoporosis dapat terjadi ketika kerusakan ini terus berkembang secara berlebihan. Kondisi ini dapat memengaruhi baik pria maupun wanita, namun osteoporosis lebih mungkin terjadi pada wanita setelah menopause akibat penurunan estrogen secara tiba-tiba. Sebab, estrogen yang biasanya melindungi wanita dari osteoporosis.

Ada beberapa faktor risiko yang tidak bisa diubah dan dihindari, seperti:

  • Usia, risiko meningkat setelah seseorang memasuki pertengahan usia 30-an dan terutama setelah menopause.
  • Hormon seks berkurang, kadar estrogen yang lebih rendah dapat membuat tulang lebih sulit untuk beregenerasi.
  • Etnis, orang kulit putih dan orang Asia memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami osteoporosis dibandingkan kelompok etnis lain.
  • Tinggi dan berat badan
  • Faktor genetik
  • Riwayat patah tulang

Kapan osteoporosis harus ditangani oleh dokter?

Saat Anda mengalami ketidaknyamanan yang parah pada salah satu lokasi tubuh yang umum mengalami kerusakan tulang karena osteoporosis, ini bisa mengindikasikan patah tulang yang tidak terduga atau tidak teridentifikasi. Oleh karena itu jika Anda mengalami hal ini, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan medis segera.

Perawatan medis dilakukan dengan tujuan untuk:

  • Memperlambat atau mencegah perkembangan osteoporosis
  • Menjaga kepadatan mineral tulang dan massa tulang yang sehat
  • Mencegah patah tulang
  • Mengurangi rasa sakit
  • Mengembalikan kualitas hidup seseorang
SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok