0 Point
Gangguan pendengaran

Gangguan Pendengaran pada Anak Perlu Dikenali Sejak Dini

Gangguan pendengaran pada anak dapat memengaruhi keterampilan bahasa dan sosialnya. Makin dini mengenali gangguan pendengaran, makin besar peluang memaksimalkan potensi anak dengan perawatan yang tepat. 

Orang tua mesti segera melakukan tindakan begitu curiga ada sesuatu yang janggal pada pendengaran sang buah hati. Masalahnya, kadang terjadi keterlambatan deteksi karena gejala yang muncul tak dikenali.

Masalah pendengaran pada anak terjadi ketika ada bagian dari telinga yang tak berfungsi sebagaimana mestinya. Bagian itu mencakup bagian luar, tengah, dan dalam telinga serta saraf pendengaran dan sistem auditori. 

Gejalanya pada anak bisa berbeda-beda. Salah satu faktornya adalah usia. Gejala gangguan pendengaran pada bayi antara lain tidak terlihat terkejut saat ada suara keras, tidak mengikuti sumber suara setelah umurnya 6 bulan lebih, belum mengucapkan satu kata saat umurnya sudah 1 tahun, tidak menengok saat dipanggil.

Menurut WHO, ada dua macam penyebab terjadinya masalah pendengaran pada anak, yakni bawaan dan dapatan. Untuk mengetahui lebih pasti penyebab itu, perlu dilakukan pemeriksaan secara medis.

Pemeriksaan medis untuk mendeteksi masalah pendengaran pada anak itu mudah, cepat, dan tidak menyakitkan. Bahkan anak bayi bisa dites selagi terlelap. Disarankan bayi menjalani tes pendengaran ketika berumur kurang dari 1 bulan. Adapun anak yang lebih besar sebaiknya segera diperiksa ketika ditemukan gejala gangguan pendengaran.

(Foto : pixabay)

 

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok