0 Point
Dampak Stres bagi Kesehatan

Dampak Stres bagi Kesehatan Tubuh

Stres merupakan perubahan yang terjadi dalam lingkungan yang mengharuskan tubuh Anda untuk bereaksi dan menyesuaikan diri sebagai tanggapan. Cara tubuh bereaksi terhadap perubahan ini bisa melalui respons fisik, emosional dan mental.

Sedangkan stressor adalah penyebab atau pemicu yang menimbulkan respons stres. Ketika seseorang sedang menghadapi stressor, respons stres tubuh mereka dipicu, kemudian beberapa perubahan fisiologis terjadi untuk memungkinkan orang tersebut untuk meresponsnya dengan fight or flight 

Very Well Mind melansir bahwa cara terbaik untuk mengelola stres yaitu sebaik mungkin merubah situasi tersebut namun strategi dan metode terbaik yaitu mengubah cara seseorang merespons situasi tersebut apabila situasinya mutlak telah terjadi dan diluar kendali kita. 

Stressor atau pemicu stres bisa berbeda-beda bagi setiap orang seperti tuntutan pekerjaan, konflik dalam hubungan ataupun akibat finansial.

Dampak stress bagi kesehatan

Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa gejala stres bisa memengaruhi tubuh, pikiran dan perasaan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali gejala dari stressor dapat membantu Anda mengendalikannya. Apabila kerap dibiarkan, stres bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes. Berikut adalah beberapa dampak stress bagi tubuh dari lansiran Healthline:

Sistem pencernaan 

Dalam tekanan stres, liver memproduksi gula darah ekstra (glukosa) memberi dorongan energi. Apabila Anda sedang berada dibawah stres kronis, tubuh Anda tidak dapat mengikuti lonjakan glukosa ekstra tersebut. Stress kronis dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes tipe 2.

Sistem kardiovaskular

Hormon stres dapat memengaruhi sistem pernapasan dan kardiovaskular Anda. Ketika seseorang sedang alami stres, pernapasan akan cenderung menjadi lebih cepat dalam upaya untuk mendistribusikan darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Namun, jika terdapat gangguan pada sistem pernapasan seperti asma atau emfisema, stres bisa membuat seseorang kesulitan bernapas. 

Sistem imun

Stres dapat merangsang sistem kekebalan tubuh. Stimulasi ini dapat membantu Anda menghindari infeksi dan menyembuhkan luka. Namun, seiring waktu hormon stres akan melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dan meningkatkan waktu yang Anda perlukan untuk pulih dari cedera atau penyakit tertentu.

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok