0 Point
Kolesterol

Cara Tepat Atasi Kolesterol Yang Naik

Hati-hati, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan jarang berolahraga dapat meningkatkan kadar kolesterol Anda. Padahal di masa pandemi ini, menjaga kesehatan tubuh merupakan hal yang sangat penting.

Periode di rumah saja kerap membuat bobot tubuh Anda naik, tidak memperhatikan pola makan dan kurang aktivitas fisik, disinyalir menjadi penyebab utamanya. 

Bahayanya ketika kadar kolesterol Anda naik, biasanya tidak ada gejalanya. Risiko terjadinya kejadian yang fatal pun semakin meningkat. Maka itu, pemeriksaan berkala komponen lemak darah atau profil lipid menjadi hal yang penting untuk tetap dilakukan di masa pandemi ini.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dr. Franciscus Ari, Sp.PD mengatakan beberapa komponen lemak darah akan diperiksa di laboratorium ketika Anda melakukan pemeriksaan kadar kolesterol darah, yaitu kadar kolesterol total, kolesterol low-density lipoprotein (LDL, yang biasa disebut sebagai kolesterol “jahat”), kolesterol high density lipoprotein (HDL, biasa dikenal dengan kolesterol “baik”), serta trigliserida.

“Gangguan metabolisme lemak darah ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL, trigliserida, serta penurunan kadar HDL. Pemeriksaan berkala ini menjadi penting, karena adanya hubungan antara gangguan metabolisme lemak darah tersebut dengan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti serangan jantung koroner dan stroke,” ujar dr Franciscus.

Gangguan metabolisme lemak darah sendiri dapat disebabkan oleh gaya hidup, adanya penyakit lain yang memicu kenaikan kadar lemak darah, seperti penyakit hormon tiroid, gangguan ginjal, diabetes melitus, atau karena faktor genetik (keturunan). 

“Maka, jika Anda memiliki orangtua dan keluarga dengan kadar kolesterol yang tidak normal, sebaiknya ajak juga untuk memeriksakan kadar kolesterol darah secara berkala,” ucap dr Franciscus.

Salah satu faktor penyebab kadar kolesterol tidak normal yang dapat dimodifikasi adalah gaya hidup. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, dapat dilakukan dengan beberapa hal diantaranya Aktivitas fisik atau olahraga. 

“Aktivitas fisik yang disarankan meliputi program latihan yang mencakup setidaknya 30 menit dalam 4 sampai 6 kali seminggu. Kegiatan yang disarankan meliputi jalan cepat, bersepeda statis, ataupun berenang,” terang dr Farnciscus.

Selanjutnya terapi nutrisi medis, dimana anda disarankan mengonsumsi diet rendah kalori yang terdiri dari buah-buahan dan sayuran, biji-bijian, ikan, dan daging tanpa lemak. Lalu berhenti merokok

“Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa merokok memiliki efek negatif pada kadar HDL dan rasio LDL/HDL. Berhenti merokok minimal 30 hari dapat meningkatkan kadar HDL secara signifikan,” ungkap dr Franciscus.

Yang tidak kalah penting adalah mengurangi asupan alkohol, dimana mengurangi asupan alkohol dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan meningkatkan kadar HDL.

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok