0 Point
Bahaya Pakai Styrofoam Sebagai Wadah Makan

Bahaya Pakai Styrofoam Sebagai Wadah Makan

Saat ini banyak orang yang waktunya dihabiskan untuk bekerja dan bekerja. Sampai terkadang waktu istirahat untuk makan pun dipangkas. Saking ingin makan yang serba praktis dan cepat, beberapa orang menyimpan makanan menggunakan styrofoam. Bahkan kini hampir semua tempat makan menggunakan Styrofoam. Selain dinilai praktis, alasan menggunakan styrofoam sebagai wadah makanan dianggap lebih fancy ketimbang dibungkus atau menggunakan plastik. Padahal menggunakan Styrofoam sangat berbahaya bagi kesehatan.

Menurut Jurnal dari Universitas Padjajaran, wadah Styrofoam terbuat dari polimer yang berasal dari bahan kimia aditif. Dimana zat ini dapat berpindah ke makanan yang dikemas dan berbahaya bagi manusia karena bersifat karsinogenik. Biasanya, bahan styrofoam atau busa plastic ini digunakan sebagai pelindung bahan mudah pecah atau fragile. Seiring berjalannya waktu, Styrofoam berubah fungsi menjadi tempat makanan.

Selain itu, kandungan zat kimia yang bernama stirena pada Styrofoam juga berbahaya bagi kesehatan. Bila zat stirena masuk ke dalam tubuh manusia akan menjadi racun dan menyebabkan gangguan pada endokrin dan sistem reproduksi. Paparan zat kimia styrofoam ini dibagi menjadi tingkat sedang dan tinggi. Pada paparan sedang, jumlah zat kimia dari Styrofoam yang masuk ke tubuh hanya menimbulkan sedikit efek samping seperti iritasi kulit dan mata serta sistem pernapasan. Sedangkan tingkat keparahan paparan tinggi dapat menyebabkan kerusakan DNA dan kanker.

Bukan hanya itu, bila Styrofoam digunakan dalam jangka waktu yang lama pun bisa memicu timbulnya berbagai penyakit serius lainnya. Diantaranya merusak ginjal, hati, meracuni hati dan depresi pada susunan saraf pusat. Serta dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko leukemia dan limfoma. Namun, untuk penyakit tersebut masih harus membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Meski diklaim berbahaya dan tidak menyehatkan, nyatanya Styrofoam tetap digunakan sebagai wadah makanan. Dilansir dari berbagai sumber, kandungan stirena pada Styrofoam yang bermigrasi ke makanan hanya 6,6 mg per orang setiap hari. Sedangkan Food and Drug Administration (FDA) dari Amerika Serikat mengatakan bahwa batas paparan stirena yang membahayakan tubuh manusia adalah lebih dari 90 ribu mg per orang dalam sehari. BPOM sendiri menyarankan untuk menggunakan Styrofoam yang berkualitas food grade. Serta tidak menggunakan styrofoam sebagai wadah makanan panas. Inilah yang membuat Styrofoam masih digunakan sebagai tempat makanan hingga sekarang.

Selain mengancam kesehatan manusia, Styrofoam juga menyumbang timbulnya efek rumah kaca dan mengancam keselamatan lingkungan. Adapun alternative yang bisa Anda gunakan untuk mengemas makanan adalah kemasan kaleng, kemasan berbahan alumunium foil, bahan plastik food grade, karton box, kertas karton fiber dan food grade.

(foto: civil eats)

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok