0 Point
orgasm

5 Penyebab Sulit Mencapai Orgasme Ketika Berhubungan Seksual

Bagi banyak orang, tujuan seks adalah untuk mencapai orgasme, sehingga bisa sangat frustasi jika Anda melakukan tindakan seksual atau berhubungan seks dan menemukan bahwa Anda tidak dapat mencapai klimaks.

Fenomena ini dikenal sebagai anorgasmia, dan bisa terjadi pada pria atau wanita. Penyebabnya mungkin masalah mental, fisik, atau keduanya. Berikut adalah lima hal yang mungkin membuat Anda sulit untuk mendapatkan orgasme.

Stres dan kecemasan

“Jika Anda merasa stres atau cemas, kemungkinan Anda terganggu dan terputus dari tubuh Anda, yang dapat mengakibatkan masalah orgasme,” kata Michelle Herzog, LMFT, terapis seks bersertifikat dan pendiri dan direktur klinis The Center for Modern Relationships.

“Stres dapat mempengaruhi aliran darah Anda, yang dapat menghambat aliran darah ke alat kelamin Anda, sehingga mengurangi kemungkinan Anda untuk orgasme,” kata Herzog.

Terlalu banyak penekanan pada pentingnya orgasme

Terlalu menekankan pada orgasme sebenarnya bisa menjadi bumerang bagi Anda. Herzog mengatakan bahwa terkadang semakin Anda stres untuk mencoba mencapai klimaks, semakin kecil kemungkinannya untuk terjadi.

Ini dapat berkontribusi pada stres dan kecemasan kinerja seksual, mengurangi kemungkinan orgasme Anda. Ditambah lagi, fokus hanya pada tujuan akhir dan terlalu terpaku pada orgasme dapat menyebabkan Anda kehilangan fokus pada kenikmatan seks secara keseluruhan.

Rasa malu seksual

Herzog mengatakan asosiasi negatif dengan seks atau seksualitas dapat membuat seseorang sulit untuk orgasme. 

Salah satu penyebab besarnya adalah rasa malu yang terkait dengan agama, kata Herzog. Misalnya, jika Anda dibesarkan dalam keluarga religius yang mengajari Anda bahwa seks dan kesenangan adalah sesuatu yang memalukan, 

ini bisa menjadi sesuatu yang terinternalisasi dan dapat memengaruhi Anda bahkan di masa dewasa, mencegah Anda mengalami kesenangan sepenuhnya.

Trauma seksual

Jika Anda pernah mengalami trauma seksual, seperti penyerangan seksual atau pemerkosaan, ini dapat berdampak negatif pada fungsi seksual Anda, mulai dari gairah hingga kemampuan Anda untuk orgasme.

“Orang yang pernah mengalami trauma seksual lebih cenderung memiliki masalah seksual daripada mereka yang tidak,” kata Helfer. Ini karena tubuh dan otak menyimpan pengalaman traumatis itu, yang tentu saja dapat merusak kesenangan Anda.

Gairah atau stimulasi yang kurang

Jika Anda tidak cukup terangsang atau terstimulasi, ini dapat mengurangi kenikmatan seksual Anda secara keseluruhan, termasuk, tentu saja, kemampuan Anda untuk orgasme.

“Ini terutama bisa menjadi masalah bagi orang-orang dengan vulva (wanita),” ujar Herzog. Mungkin diperlukan waktu hingga 20 menit untuk gairah penuh terjadi, termasuk pelumasan dan ekspansi vagina.

Selain itu, bagi banyak wanita, seks penetrasi saja tidak cukup untuk mencapai orgasme. Faktanya, sebuah studi tahun 2017 menemukan bahwa hanya 18,4% wanita yang disurvei mengatakan bahwa hubungan seksual sudah cukup bagi mereka untuk mencapai orgasme, dan 36,6% mengatakan bahwa rangsangan klitoris diperlukan bagi mereka untuk orgasme saat berhubungan seks.

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok